Minggu, 16 Maret 2014 - 10:31:42 WIB
Walikota ‘Semprot’ Pedagang Pasar Tradisional Modern
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Berita Kota - Dibaca: 633566 kali

PALANGKA RAYA – Walikota Palangka Raya M Riban Satia melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Kahayan Tradisional Modern, Selasa (11/3). Walikota menemukan kondisi pasar sayur tak teratur, banyak pedagang menjajakan dagangan terlampau mencorok ke lorong jalan.

Orang nomor satu di Kota Palangka Raya ini langsung memberikan teguran, meminta para pedagang menjaga kenyamanan pengunjung. Riban juga menyoroti kondisi parkir di sekeliling pasar yang memakan badan jalan, bahkan ada yang masuk ke dalam pasar.  “Pak Walikota minta supaya pedagang menjaga ketertiban, jangan terlalu mencorok ke lorong jalan, karena menutup akses pembeli,” kata Kepala UPTD Pasar Kahayan Musa Perangin-Angin, saat dikonfirmasi Tabengan, Rabu (12/3).

Musa yang belum genap 2 bulan ditempatkan sebagai Kepala UPTD Pasar Kahayan, berjanji akan mengintensifkan penertiban. “Hari ini dan seterusnya, kita akan menugaskan security untuk pantau dan melakukan penertiban. Kita punya 19 orang security yang ditugaskan secara bergilir dalam 3 sift,” kata Musa, didampingi Kasubbag Tata Usaha UPTD Pasar Kahayan M Hernadi.

Dari pantauan kemarin, kondisi pasar pada los sayur memang sudah tertib. Lorong untuk lalu lintas pembeli tersedia luas, dan para pedagang sayur pun tampak tertib. Hernadi yang sudah bertugas di pasar ini lebih dari 2 tahun, menyebut kesadaran para pedagang mematuhi aturan sangat rendah. Dengan adanya penertiban rutin, ia juga berharap Pasar Kahayan Tradisional Modern lebih nyaman bagi pembeli.

Walikota Riban Satia yang dikonfirmasi terpisah, lebih menyoroti persoalan parkir. Riban mengaku menemukan sebagian juru parkir memanfaatkan badan jalan. Selain itu juga, para pedagang yang berada di lokasi pasar sering kali mempergunakan kendaraannya memasuki areal pasar, padahal ini dilarang Pemko Palangka Raya. Mengatasi kedua hal itu, pemerintah kota melalui dinas terkait berencana menyediakan lahan parkir bagi penghuni pasar maupun pengunjung.

Riban juga mengakui, selama ini permasalahan parkir selalu dikeluhkan masyarakat. “Juru parkir menolak untuk ditertibkan. Kata mereka lahan yang dipergunakan itu merupakan sewa yang mereka bayar kepada Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Palangka Raya dalam kontrak yang disepakati. Namun, setelah mengkonfirmasi langsung di lapangan saat itu juga, tidak ada kontrak ruas jalan untuk parkir,” kata Riban.

Juru parkir beberapa kali sudah diperingatkan untuk tidak mempergunakan badan jalan sebagai lahan parkir, karena melanggar aturan. Kedepan, ruas-ruas jalan yang ada tidak diperkenankan sebagai lahan parkir. Sebab Pemko akan menyediakan lahan kosong untuk lokasi parkir.

Riban juga mengatakan, semua ini tidak akan berjalan maksimal apabila tidak didukung oleh semua dinas yang terkait. Tinggal bagaimana konsistensi para pejabat yang berkepentingan untuk dapat menjalankan renacana ini sebaik mungkin.

Sementara itu, beberapa pedagang yang ditemui terpisah, mengaku mendapat teguran keras dari Walikota. Salah satu pedagang, sebut saja Acil, mengatakan, Walikota mengancam mencabut izin usahanya karena berjualan di depan lapan pedagang lain.

Acil mengaku telah berjualan sejak Pasar Kahayan dibuka didepan lapak kakaknya, dan setelah berjualan dirinya rutin membersihkan tempatnya.  "Kalau kita ngotot jualan disini, kasihan sama yang punya lapak, nanti dicabut izinnya," ucap Acil.  

Acil mengatakan dirinya dan teman senasibnya tak sembarang menaruh jualannya, namun juga memikirkan agar pembeli dapat leluasa berjalan menuju ke tempat penjual tempat biasanya berbelanja.  "Kami ini sebenarnya mengikuti peraturan saja, tapi kalau kami diusir gimana kami mau usaha?" lanjut Acil.